Altar Emas dalam Rumah Kedua
Altar Emas dalam Rumah Kedua
Karya: Annur Fitriana, S.Hum.
Hamparan tanah yang berubah tanpa celah
Tiga ratus hari, tiang-tiang mulai berdiri megah
Tempat untuk menyemai benih dan melukis riuh langkah
Hingga terciptalah rumah dari rangkaian kisah
Naungan atap yang perlahan sunyi
Sanubari tempat bait-bait mimpi mulai terisi
Bukan gema bising yang saling berambisi
Melainkan, altar tak kasatmata menjulang tinggi
Ia bukanlah sekumpulan megahnya kekuasaan
Melainkan, karya dan helai demi helai asa yang dipersembahkan
Tempat bertumbuhnya jiwa yang sempat terlupakan
Layaknya benih menjadi tunas yang menghangatkan
Requiem
mengalun di antara jemari yang sempat ragu
Menjelma doa seraya meniadakan belenggu
Menjadi berkat dari kalah yang memburu
Begitu teguh dan merengkuh kurangmu
Altar emas itu tempat mahakarya bertahta
Lalu, berselimutkan memori menjulang perkasa
Setiap lembar kisah menyimpan jelita pula air mata
Jejak juang yang menolak menjadi fana
Di setiap sudut, memoar perlahan membisu
Seolah membeku di ruang waktu
Menusuk relung terdalam, mengurai pilu
Layaknya kehampaan dalam sebuah tunggu
Rumah kedua yang dulu riuh penuh tawa
Kini, menyisakan gema dari langkah yang beranjak meniada
Meskipun, tunas-tunas mulai bersiap mengitari angkasa
Namun, altar emas penyimpan jejak itu akan tetap menyala bangga.
Mungkin Kamu Suka

Ruang Sederhana

Setumpuk Buku

"Sudut Ruang Inspirasi"

Sepasang Mata Bening

Di Ruangan Ini

sekotak krayonku

Kusematkan Elegi untuk Loli

Kusematkan Elegi untuk Loli

KELASKU SEMANGATKU
