Puisi4 dilihat

Altar Emas dalam Rumah Kedua

Sedang membaca: Altar Emas dalam Rumah KeduaDiperbarui 22 Juni 2026

Altar Emas dalam Rumah Kedua

Karya: Annur Fitriana, S.Hum.

Hamparan tanah yang berubah tanpa celah

Tiga ratus hari, tiang-tiang mulai berdiri megah

Tempat untuk menyemai benih dan melukis riuh langkah

Hingga terciptalah rumah dari rangkaian kisah

Naungan atap yang perlahan sunyi

Sanubari tempat bait-bait mimpi mulai terisi

Bukan gema bising yang saling berambisi

Melainkan, altar tak kasatmata menjulang tinggi

Ia bukanlah sekumpulan megahnya kekuasaan

Melainkan, karya dan helai demi helai asa yang dipersembahkan

Tempat bertumbuhnya jiwa yang sempat terlupakan

Layaknya benih menjadi tunas yang menghangatkan

Requiem

mengalun di antara jemari yang sempat ragu

Menjelma doa seraya meniadakan belenggu

Menjadi berkat dari kalah yang memburu

Begitu teguh dan merengkuh kurangmu

Altar emas itu tempat mahakarya bertahta

Lalu, berselimutkan memori menjulang perkasa

Setiap lembar kisah menyimpan jelita pula air mata

Jejak juang yang menolak menjadi fana

Di setiap sudut, memoar perlahan membisu

Seolah membeku di ruang waktu

Menusuk relung terdalam, mengurai pilu

Layaknya kehampaan dalam sebuah tunggu

Rumah kedua yang dulu riuh penuh tawa

Kini, menyisakan gema dari langkah yang beranjak meniada

Meskipun, tunas-tunas mulai bersiap mengitari angkasa

Namun, altar emas penyimpan jejak itu akan tetap menyala bangga.

Mungkin Kamu Suka