Puisi1 dilihat

Kusematkan Elegi untuk Loli

Sedang membaca: Kusematkan Elegi untuk LoliDiperbarui 22 Juni 2026

Kusematkan Elegi untuk Loli

Ibu….berapa nilai surat Loli ini?!

ini surat ketiga aku dari Loli, gadis kecil di pojok kelas ini

Hamparan dinding yang menyimpan selaksa asa kian pengap akan goresnya

aku belajar bahwa cahaya tak selalu turun dari langit;

kadang ia lahir dari sebaris kata yang jatuh perlahan

Pagi ini sorot matanya kian nanar

gadis kecil itu kian gelisah

Ketukan jemarinya menarik ujung kuku kecilnya menggerus meja-meja itu

menembus ruah hatiku yang risau akan getirnya rintih tangisnya

amarahnya membuncah

entah berapa lama

Kalimat itu tak utuh…

Ia pahatkan juga pada sisi bangkunya

Ia goreskan jua dalam baris buku lusuh itu ….

Tak bisa aku memahami kerinduan di dalamnya

Tak bisa aku menepis kebencian pada tiap citranya

Ibu… berapa nilai surat Loli ini?!

Apa ibu telah membaca suratku?

Apa ibu tau betapa cantiknya aku sekarang?

Rangkaian kata itu laksana bisikan yang bikin aku jengah…

Tapi aku adalah ibu baginya

Aku adalah dermaga rindu yang ia bangun diatas mimpinya

Entah berapa ribu usapan air mata yang ku bekukan

Entah berapa senyuman yang ku palsukan

Kawan-kawan di sekelilingku hanya diam mematung,

Mengajarkan arti berbagi, mendengar, dan bertumbuh tanpa ujung

Di kelas ini aku mengerti,

bahwa ilmu bukan hanya mata air bagi pikiran,

Tapi air mata untuk membasuh kerinduan Loliku,

gadis kecil di pojok kelasku.

.

Puisi by Dyna Parastiningsih,

SMP Negeri 60 Surabaya

https://modulgurucerdas.blogspot.com

Penulis

Karya Lain Dari DYNA PARASTININGSIH,S.S.

Mungkin Kamu Suka