Kusematkan Elegi untuk Loli
Kusematkan Elegi untuk Loli
Ibu….berapa nilai surat Loli ini?!
ini surat ketiga aku dari Loli, gadis kecil di pojok kelas ini
Hamparan dinding yang menyimpan selaksa asa kian pengap akan goresnya
aku belajar bahwa cahaya tak selalu turun dari langit;
kadang ia lahir dari sebaris kata yang jatuh perlahan
Pagi ini sorot matanya kian nanar
gadis kecil itu kian gelisah
Ketukan jemarinya menarik ujung kuku kecilnya menggerus meja-meja itu
menembus ruah hatiku yang risau akan getirnya rintih tangisnya
amarahnya membuncah
entah berapa lama
Kalimat itu tak utuh…
Ia pahatkan juga pada sisi bangkunya
Ia goreskan jua dalam baris buku lusuh itu ….
Tak bisa aku memahami kerinduan di dalamnya
Tak bisa aku menepis kebencian pada tiap citranya
Ibu… berapa nilai surat Loli ini?!
Apa ibu telah membaca suratku?
Apa ibu tau betapa cantiknya aku sekarang?
Rangkaian kata itu laksana bisikan yang bikin aku jengah…
Tapi aku adalah ibu baginya
Aku adalah dermaga rindu yang ia bangun diatas mimpinya
Entah berapa ribu usapan air mata yang ku bekukan
Entah berapa senyuman yang ku palsukan
Kawan-kawan di sekelilingku hanya diam mematung,
Mengajarkan arti berbagi, mendengar, dan bertumbuh tanpa ujung
Di kelas ini aku mengerti,
bahwa ilmu bukan hanya mata air bagi pikiran,
Tapi air mata untuk membasuh kerinduan Loliku,
gadis kecil di pojok kelasku.
.
Puisi by Dyna Parastiningsih,
SMP Negeri 60 Surabaya
https://modulgurucerdas.blogspot.com
Penulis
Karya Lain Dari DYNA PARASTININGSIH,S.S.
Mungkin Kamu Suka

Ruang Sederhana

Setumpuk Buku

"Sudut Ruang Inspirasi"

Sepasang Mata Bening

Di Ruangan Ini

sekotak krayonku

KELASKU SEMANGATKU

Altar Emas dalam Rumah Kedua

Sebelah Jendela Jelas

