Puisi2 dilihat
Cermin
Sedang membaca: CerminDiperbarui 22 Juni 2026
Cermin
Karya Fandi Arif Wicaksono
Pikiranlah yang diam-diam
menentukan ke mana seseorang melangkah,
kepada siapa ia mendekat,
dan nilai apa yang ia anggap penting.
Dari sana, seseorang mulai memilih teman
yang terasa serupa dengannya.
Si pemalas akan lebih mudah berseragam dengan si pemalas.
Si rajin akan lebih mudah berseragam dengan si rajin.
Bukan karena mereka sengaja membuat kelompok,
melainkan karena kesamaan nilai
secara alami menarik satu sama lain.
Pada akhirnya, manusia selalu mencari cermin bagi dirinya sendiri.
Mungkin Kamu Suka

Ruang Sederhana
Dewi Muawanah1 Menit Baca1 dilihat

Setumpuk Buku
Tia Novita Anggraeni1 Menit Baca7 dilihat

"Sudut Ruang Inspirasi"
Choirul Anam1 Menit Baca15 dilihat

Sepasang Mata Bening
ENDANG SRI MARTINI ARDHAENU1 Menit Baca1 dilihat

Di Ruangan Ini
Anik Nurlatifah1 Menit Baca2 dilihat

sekotak krayonku
Nunik Eka Jayanti1 Menit Baca2 dilihat

Kusematkan Elegi untuk Loli
DYNA PARASTININGSIH,S.S.2 Menit Baca3 dilihat

Kusematkan Elegi untuk Loli
DYNA PARASTININGSIH,S.S.2 Menit Baca1 dilihat

KELASKU SEMANGATKU
Pitaloka Wibawani Puspa1 Menit Baca1 dilihat

Altar Emas dalam Rumah Kedua
Annur Fitriana2 Menit Baca4 dilihat