Generasi Merunduk
Generasi Merunduk
Moch. Rizzal Aditya D.
Puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang-orang tertunduk patuh
Menjajakan waktunya,
membudakkan dirinya,
mempertaruhkan matanya untuk layar digenggam yang bercahaya
Sorot lampu seolah memperdaya,
Ribuan konten telah dijamah,
Jaringan seolah hidup matinya,
Oh Gusti,
Orang-orang semakin gila!
Pagi sampai siang menunduk
Siang sampai malam tetap merunduk
Malam sampai pagi semakin tertunduk
Ya, ini perihal tunduk-menunduk-merunduk-dan tertunduk yang mulai bergeser leksikalnya….
Dulu tunduk-menunduk berarti patuh
Dulu merunduk berarti tahu
Dulu tertunduk berarti malu
Sekarang tunduk-menunduk-merunduk-dan tertunduk berarti terpengaruh!
Selamat datang di zaman milenial:
Perbudakan telah dimulai,
Yang optimis kini pesimis
Yang sosialis kini individualis
Yang pragmatis kini oportunis
Yang asertif kini agresif
Yang kritis kini apatis
Yang idealis kini realis
Yang agamis kini ateis
Mungkin Kamu Suka

Ruang Sederhana

Setumpuk Buku

"Sudut Ruang Inspirasi"

Sepasang Mata Bening

Di Ruangan Ini

sekotak krayonku

Kusematkan Elegi untuk Loli

Kusematkan Elegi untuk Loli

KELASKU SEMANGATKU
