Puisi1 dilihat
Jejak Hijau Kehidupan
Sedang membaca: Jejak Hijau KehidupanDiperbarui 22 Juni 2026
Saat air lebih langka dari air mata
Saat embun merindukan dedaunan
Angin membawa harapan
Agar bumi tetap menjadi rumah yang nyaman
Sungai ingin kembali bening
Bukan dipenuhi luka dan sampah
Hutan rindu nyanyian burung
Bukan deru gergaji yang tak pernah lelah
Sehelai daun mengajarkan makna
Bahwa memberi lebih indah daripada meminta
Setetes air mengingatkan kita
Bahwa kehidupan lahir dari kepedulian Bersama
Mari menanam, bukan hanya berkata
Mari menjaga, bukan sekedar berjanji
Karena bumi bukan warisan nenek moyang
Melainkan titipan untuk anak cucu nanti
Mungkin Kamu Suka

Ruang Sederhana
Dewi Muawanah1 Menit Baca1 dilihat

Setumpuk Buku
Tia Novita Anggraeni1 Menit Baca7 dilihat

"Sudut Ruang Inspirasi"
Choirul Anam1 Menit Baca15 dilihat

Sepasang Mata Bening
ENDANG SRI MARTINI ARDHAENU1 Menit Baca1 dilihat

Di Ruangan Ini
Anik Nurlatifah1 Menit Baca2 dilihat

sekotak krayonku
Nunik Eka Jayanti1 Menit Baca2 dilihat

Kusematkan Elegi untuk Loli
DYNA PARASTININGSIH,S.S.2 Menit Baca3 dilihat

Kusematkan Elegi untuk Loli
DYNA PARASTININGSIH,S.S.2 Menit Baca1 dilihat

KELASKU SEMANGATKU
Pitaloka Wibawani Puspa1 Menit Baca1 dilihat

Altar Emas dalam Rumah Kedua
Annur Fitriana2 Menit Baca4 dilihat