Puisi3 dilihat

Memoar Halaman Terakhir

Sedang membaca: Memoar Halaman TerakhirDiperbarui 22 Juni 2026

Memoar Halaman Terakhir

Diana Esmeralda Rahma, S.Pd.

 

Untuk anakku...

Ketika memori mengusik sukma

Ku dengar memoar semerbak

Dari gemerisik daun bambu di halaman belakang

Angin berbisik lembut

Ia bercerita kepadaku

Tentang persahabatanmu

Tentang risau hatimu

Tentang makanan favorit di kantin sekolah

Tentang rencana A sampai Z

Juga tentang rancangan nongkrong yang mungkin meleset

 

Untuk anakku tersayang...

Ingatkah kau temaram langit sore hari?

Ketika langit tiba-tiba semakin pekat

Awan tak sanggup lagi menampung

Butiran kasih mulai runtuh

Membasahi jiwa-jiwa yang haus pengakuan

dan hamba yang menyimak dengan tabah

Sebagian dirimu memilih bermain bola

Hingga peluit tanda bahaya menganga

Seketika aku ingat

"Anak-anak, jangan bermain hujan. Nanti sakit. Sayangi diri kalian!"

Gurumu..

Dialah orang yang berteriak itu

Orang yang tak terikat darah dengamu

Tapi tak pernah berhenti mendoakan keselamatanmu

 

Untuk anakku yang sedang berjuang...

Ingatkah langkah kecil nan ragu di depan gerbang sekolah waktu itu?

Kau lambaikan tangan pada orang tuamu

Menapaki jalan menuju masa depan

Di koridor sekolah, kau berlari

Di ruang kelas canda tawamu menari

Kau sedikit gugup, bertemu wajah baru saat itu

Namun perlahan kalian merajut asa dan menjadi sahabat

Tertidur di kelas

Menyontek PR karena cemas

Menyimak ilmu yang bergizi

Meski kadang pusing karena tak selalu mengerti setiap materi

Adakalanya kau bertengkar dengan temanmu

Lalu kembali saling memahami

Kini tiba waktunya kau bersiap

Meninggalkan jejak kenangan

 

Untuk anakku yang bijaksana...

Tiga tahun sudah kau jalani

Rona sekolah yang berwarna-warni

Hari ini sudah waktunya kau pergi

Meninggalkan jejak-jejak yang berarti

Ingatlah setiap kenangan yang terukir di sudut-sudut sekolah ini

Mari merayakan perpisahan ini, meski

Ada tatap yang tak sanggup merindu

Ada hati yang masih tak ingin pergi

Ada kata yang tak sempat terucap

Ada tangis yang tertahan

Namun, ini perpisahan yang semestinya dirayakan

Dengan senyuman bukan tangis penyesalan

Bersyukurlah kita pernah berjumpa

Bersyukurlah kita pernah belajar bersama

Bersyukurlah atas hal baik yang pernah ada

Jadikan hari ini sebagai penutup bab terakhir

Dalam memo indah masa remaja

 

 

Anakku,

Sampai di sini kami antarkan dirimu

Berjalanlah menapak masa depan yang masih panjang

Jalanmu mungkin tak selalu mulus dan lurus

Adakalanya sedikit berliku tapi jangan berputus

Di sini kami mendoakanmu

Di sini orang tuamu menyertaimu

Doa akan kami langitkan satu per satu

Hingga akhirnya bertemu

dan Tuhan memberi restu

Penulis

Karya Lain Dari Diana Esmeralda Rahma

Mungkin Kamu Suka