Puisi2 dilihat

POHON HARAPAN

Sedang membaca: POHON HARAPANDiperbarui 22 Juni 2026

Pohon Harapan

Dewi Arintika Samudra

Di sudut kelas yang sederhana

Kulihat sebuah benih kata tertidur di antara lembar-lembar tugas

Ia tak bersuara lantang

Hanya berbisik lewat kata sederhana

Yang jatuh bermakna

Membuatku ingin merawatnya

Sebuah lomba datang mengetuk

Sekalian saja kuajaknya melangkah

Namun keraguan berdiri di hadapannya

Bagai kabut pagi yang menutup jalan

“Kemampuanku biasa saja, bu,” ujarnya.

Aku pun tersenyum

Sebab aku tahu

Pohon besar pun dahulu hanyalah benih yang nyaris tak terlihat

Ku genggam saja tangannya

Kata demi kata kita rangkai

Seperti menenun benang menjadi kain

Ide yang tersesat kita panggil pulang

Kalimat yang rapuh kita kuatkan

Kadang ceritanya diam membisu

Kadang imajinya Lelah berlayar

Namun ia tak menyerah

Dan aku tak berhenti percaya

Hingga pada suatu hari

Langit Surabaya seolah ikut tersenyum

Namanya tertulis

Juara III Menulis Cerpen FLS3N

Tingkat Kota Surabaya Tahun 2025

Hatiku berdegup

Sementara mataku diam-diam berkaca

Bukan karena penghargaan

Melainkan benih kata yang dulu kutemukan

Kini telah tumbuh menjadi pohon harapan

 

 

Mungkin Kamu Suka