POHON HARAPAN
Pohon Harapan
Dewi Arintika Samudra
Di sudut kelas yang sederhana
Kulihat sebuah benih kata tertidur di antara lembar-lembar tugas
Ia tak bersuara lantang
Hanya berbisik lewat kata sederhana
Yang jatuh bermakna
Membuatku ingin merawatnya
Sebuah lomba datang mengetuk
Sekalian saja kuajaknya melangkah
Namun keraguan berdiri di hadapannya
Bagai kabut pagi yang menutup jalan
“Kemampuanku biasa saja, bu,” ujarnya.
Aku pun tersenyum
Sebab aku tahu
Pohon besar pun dahulu hanyalah benih yang nyaris tak terlihat
Ku genggam saja tangannya
Kata demi kata kita rangkai
Seperti menenun benang menjadi kain
Ide yang tersesat kita panggil pulang
Kalimat yang rapuh kita kuatkan
Kadang ceritanya diam membisu
Kadang imajinya Lelah berlayar
Namun ia tak menyerah
Dan aku tak berhenti percaya
Hingga pada suatu hari
Langit Surabaya seolah ikut tersenyum
Namanya tertulis
Juara III Menulis Cerpen FLS3N
Tingkat Kota Surabaya Tahun 2025
Hatiku berdegup
Sementara mataku diam-diam berkaca
Bukan karena penghargaan
Melainkan benih kata yang dulu kutemukan
Kini telah tumbuh menjadi pohon harapan
Mungkin Kamu Suka

Ruang Sederhana

Setumpuk Buku

"Sudut Ruang Inspirasi"

Sepasang Mata Bening

Di Ruangan Ini

sekotak krayonku

Kusematkan Elegi untuk Loli

Kusematkan Elegi untuk Loli

KELASKU SEMANGATKU
