Puisi2 dilihat

Prolog Sebuah Terang

Sedang membaca: Prolog Sebuah TerangDiperbarui 22 Juni 2026

pukul 3 pagi

ku tatap atap kamar bagai langit malam

ingatan serupa kaset usang,

tiba-tiba dimainkan tanpa tuan

 

ah mau jadi apa aku?

langkahku sudah sangat jauh

jalan kecil itu sudah menjadi buntu

terseok-seok

kaki menapak

aku diam terpaku.

sebanyak apa

tubuhku berdarah,

ada satu jiwa,

menunggu diujung sana,

cahaya kecil penuh kasih,

yang kujaga setengah mati

 

bersabarlah,

sebentar lagi,

tunggu aku,

sedetik

dari sekarang.

 

kelak saat aku fana,

biar terang itu,

tetap hidup

mendunia.

Mungkin Kamu Suka