Sisi Lain Sang Pengacau
Aroma segar khas pewangi pel memenuhi seisi ruang kelas IX-B siang itu. Suasana begitu tenang dan damai, hanya terdengar embusan angin dari kipas angin dan gesekan sapu ijuk. Semua siswa bekerja sama dengan kompak; ada yang sibuk mengelap kaca jendela yang berdebu, ada yang merapikan barisan meja, dan beberapa siswi tampak bersemangat mengepel lantai hingga mengilat bak cermin. Keheningan yang produktif itu membuat suasana siang yang terik terasa sedikit lebih sejuk.
Plak! Plak! Langkah kaki berlumpur tiba-tiba menerobos masuk, seketika menghancurkan mahakarya lantai bersih yang baru saja selesai dipel. Pelakunya adalah Aldi, si biang kerok sekolah yang terkenal tak pernah bisa diam dan super jahil. Tanpa rasa bersalah, ia menyambar kain lap basah milik Rian yang sedang membersihkan meja, lalu sedetik kemudian mencuri sepotong ayam goreng dari kotak bekal milik Salsa yang baru saja berniat menyuap makanannya. Teriakan kesal dan makian tertahan langsung menggema, mengutuk aksi menyebalkan cowok itu.
Namun, amarah seisi kelas mendadak surut saat mereka mengintip dari balik jendela luar. Di dekat selokan depan kelas, Aldi rupanya langsung berlutut mengabaikan celananya yang kotor, merengkuh seekor anak kucing malang yang basah kuyup terjebak di sana. Menggunakan kain lap curiannya, ia mengeringkan tubuh si kucing dengan sangat lembut, lalu menyuwir ayam goreng milik Salsa untuk menyuapi hewan kecil yang kelaparan itu. Di bawah terik matahari, si pengacau kelas itu tiba-tiba terlihat seperti seorang pahlawan.
Mungkin Kamu Suka

Setiap Anak Istimewa

Aroma Sumbu yang Menyala

Di Balik Seragam Biru Putih

Ibu, Ayah Surgaku

Sang Penjaga Asa

Homevisit

Homevisit

Tinta Bak

Toilet Sekolah
